WARTAAMPERAK.COM_PASANGKYU_))))))))) Ketua Fraksi Partai Nasdem Pasangakyu, Robin Chandra Hidayat, menegaskan isu dugaan akuisisi Partainya yang belakangan beredar tak benar dan menyesatkan. Apalagi dikaitkan dengan urusan pribadi Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, pasca mendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024 yang lalu.
“Senada dengan yang disampaikan Ketua Komisi II DPR-RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, bagi Pak Surya Paloh, gagalnya Partai NasDem dalam memenangkan ‘Anies Baswedan’ pada Pilpres 2024 memiliki konsekwensi tak pantasnya kami berada di Kabinet. Selain soal adab, cara ini sebenarnya adalah modal yang bisa melahirkan model baru dalam post-presidential election di tempat kita, dimana Partai politik dan/atau gabungan Partai politik yang berhasil memenangkan Pilpres akan menjadi Koalisi Pemerintah, sedangkan Partai politik dan/atau gabungan Partai politik yang akan akan menjadi Koalisi penyeimbang. Inilah yang akan melahirkan check and balances dalam hubungan cabang-cabang kekuasaan negara, khususnya eksekutif-legislatif,” kata Robin, Rabu (15/4/2026).
Robin menyampaikan bantahan tersebut menyusul munculnya opini yang dinilai merugikan citra Partai NasDem.
Ada framing yang menggambarkan Partai NasDem seolah-olah telah berubah jadi entitas komersial.
“Tentu tidak benar dan tidak berdasar bahwa ada akuisisi atau pertukaran kepentingan seperti yang ditulis Tempo. Partai ini tetap berdiri pada prinsip dan idealisme yang selama ini kami jaga,” lanjut Robin
Ia menilai, isu yang beredar telah membentuk opini publik secara tidak proporsional dan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi partai.
Menurut Robin, Kader Nasdem di berbagai daerah juga menyampaikan keberatan atas narasi tersebut.
“Ini bukan sekadar kritik, tapi sudah mengarah pada pembentukan opini yang tidak berdasar dan tentu menyesatkan. Kami tentu sangat keberatan karena menyangkut marwah institusi partai kami,” ujarnya.
Ia menegaskan, Nasdem tetap berkomitmen menjalankan peran politiknya secara profesional dan tidak didasarkan pada kepentingan pragmatis. Selain itu, kader dan pengurus NasDem secara nasional juga menyuarakan sikap tegas dengan meminta adanya klarifikasi serta tanggung jawab atas narasi yang dinilai merugikan tersebut.
