WARTAAMPERAK.COM_PASANGKAYU_))))))))) Upaya pemulihan layanan pemenuhan gizi di Kabupaten Pasangkayu mulai menunjukkan perkembangan positif.
Setelah sebelumnya sebanyak 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup sementara, kini tiga di antaranya telah mengantongi Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat utama untuk kembali beroperasi.
Kepastian ini menjadi angin segar bagi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut, yang sempat terhenti akibat persoalan standar kebersihan dan sanitasi.
Dengan terbitnya SLHS, tiga SPPG dinilai telah memenuhi ketentuan dasar terkait keamanan pangan dan kelayakan operasional.
Koordinator Program MBG, Syarif, menyampaikan bahwa operasional SPPG akan dimulai secara bertahap, bergantung pada kesiapan masing-masing unit.
“Besok sudah bisa mulai, tergantung kesiapan SPPG masing-masing,” ujar Syarif, Jumat (17/4).
Syarif merinci, SPPG Sarjo Sarude dijadwalkan mulai beroperasi lebih awal, yakni pada Sabtu (18/4) besok.
Sementara itu, dua SPPG lainnya, Sarjo Letawa dan Randomayang 2 direncanakan mulai beroperasi pada Senin (20/4).
Selain kesiapan administratif, aspek teknis di lapangan juga menjadi perhatian.
Pengelola SPPG diminta memastikan kelengkapan sarana dan prasarana, sekaligus menjaga konsistensi standar kebersihan agar layanan dapat berjalan berkelanjutan.
Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap SPPG yang kembali beroperasi.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan program pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan, dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keamanan pangan.(Udi)
