Polewali.WartaAmperak— 415 Calon mahasiswa baru Unasman mengikuti ujian gelombang pertama untuk calon mahasiswa baru tahun ajaran 2021/2022 dilaksanakan di sejumlah ruang kelas kampus Unasman, Selasa, 27/7/2021.
Ahmad Saleh, S.IP., M.AP selaku ketua panitia seleksi mahasiswa Baru (Maba) mengungkapkan, “untuk ujian panitia pelaksana menyiapkan lebih banyak ruangan dari tahun sebelumnya dan membagi waktu tes menjadi dua kali, sebagian calon mahasiswa baru ada tes pagi dan sebagiannya lagi siang, ini dilakukan untuk menghindari terlalu banyak kerumunan. Demi tetap mematuhi serta menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.
lanjut, Ahmad Saleh yang akrab disapa Oya mengatakan, “bahwa adapun untuk ujian gelombang 1 hari ini, calon mahasiswa baru yang akan mengikuti tes berjumlah sekitar 415 ruangan tes yg disiapkan ada 12 ruangan. Adapun Maba yang ikut ujian pagi ada 210 dan siang 205 Camaba.” Terangnya
Pelaksanaan ujian tersebut memperhatikan protokol kesehatan dengan menyiapkan Masker, Wadah cuci tangan dan Handsanitiser. Serta ada pula panitia yang khusus bertugas mengarahkan agar calon mahasiswa tertib dan tidak melakukan kerumunan pada satu titik.
Sementara itu, Sekretaris panitia Ayu Rahayu menguraikan, “teknis pelaksanaan tes camaba hari ini yakni jumlah camaba yang terdaftar sebanyak 4 orang. Akan dibagi kedalam 12 ruangan yang rata-rata setiap ruangan sebanyak 18-19 orang dan untuk menghindari kerumunan di depan ruangan, 18-19 calon mahasiswa setiap ruangannya dibagi lagi kedalam 2 sesi yakni :
sesi pagi – 08.00-11.30 WITA sekitar 10 org dan sesi siang -;13.00-15.00 WITA. seperti 8-9 orang,” jelas Ayu.
Terpisah, kepala biro aksi Dr. Ahmad Al-Yakin mengungkapkan, “bahwa ada perbedaan proses ujian camaba tahun ini dari sebelumnya tahun lalu dimana kami juga melakukan tes ujian mahasiswa di masa pandemi covid 19, di tahun ini kami sadar saat ini belum semua masyarakatbtelah melakukan vaksin termasuk calon mahasiswa baru jadi untuk saat ini kami hanya akan memperketat pada protokol kesehatan dan untuk ujian tahun ini akan lebih mengarahkan penerapan konsep Kampus merdeka baik dari sisi wawancara maupun dalam menggali potensi calon mahasiswa, Bagaimana mahasiswa diberi pemahaman tentang kemerdekaan belajar di perguruan tinggi. Jadi salah satu pendekatan yang digunakan oleh pewawancara adalah bagaimana mengetahui potensi calon mahasiswa baru pada minat bakat yang nantinya menjadi data base di MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), apalagi unasman tahun ini kembali meloloskan banyak mahasiswa dalam program kampus merdeka tahap 2 setelah tahap 1 yang kami anggap terbilang sukses,” Ujar Ahmad. (Aco Metro)


