Sikapi Perbedaan Data Pemdes Kuajang Gelar Rembuk Stunting

  • Bagikan

Pelaksanaan Rembuk Stungting di kantor desa Kuajang Kecamatan Binuang.

Polewali.WartaAmperak====== Demi menekan dan mencegah angka pertumbuhan Stunting Gizi buruk serta melakukan sinkronisasi data, pemerintah desa Kuajang kecamatan Binuang menggelar Rembuk Stunting Tahun 2022, di Kantor Desa Kuajang, Jumat, 2/7/2022.

Pada kegiatan tersebut di buka secara Resmi Kepala desa Kuajang yang di hadiri langsung Sekretaris Camat Binuang Junaid, S.IP, M.Si.

Serta turut hadir, perwakilan dari Puskesmas Binuang, Anggota BPD desa Kuajang, pendamping desa, Kader KPM, serta seluruh kepala dusun di Desa Kuajang dan sejumlah tokoh masyarakat.

Kepala Desa Kuajang pada kesempatan itu mengatakan, “hari ini kita melakukan rembuk sebagai peduli kita menekan dan mencegah angka Stunting di desa Kuajang serta melakukan sinkronisasi data terkait adanya informasi dari PMD bahwa angka Stunting di desa Kuajang itu ada 14 penderita.” Kata H. Muhammad.

“karena dengan adanya informasi bahwa Stunting gizi buruk di desa Kuajang itu ada 14 orang makanya hari ini kita perlu melakukan sinkronisasi data baik kepada puskesmas dan Kader KPM agar data yang ada tidak simpang siur, bila kita merujuk Sesuai data KPM dan Kepala Dusun angka Stunting Per Tahun 2022 di desa Kuajang itu tidak ada.” Ujar Kades 2 Periode tersebut.

Lanjut, H. Muhammad mengatakan, “demi menurunkan dan mencegah angka Stunting, kita akan menganggarkan untuk adanya tambahan ASI serta Konsumsi pada ibu dan Bayi, dan kita juga terima usulan dari pendamping desa terkait penanganan stunting untuk kita anggarkan kedepannya.” Tuturnya.

Mengenai KPM, H. Muhammad sangat mengapresiasi kinerja KPM (Kader Pembangunan Manusia) yang ada di desa Kuajang.

“Bagi KPM yang kadernya berjumlah 25 orang yang setiap dusunnya itu terdapat 5 kader, saya kasi jempol karena semua kader sudah bekerja dengan maksimal baik dalam pendataan maupun peran serta dalam menekan dan mencegah angka Stunting.” Terang H. Muhammad.

H. Muhammad berharap agar data Stunting di desa Kuajang selalu disinkronkan biar tidak ada informasi yang keliru dan tetap mengharapkan agar kedepannya Stunting tidak ada lagi di desa Kuajang karena merujuk dari data tahun lalu di desa Kuajang terdapat 3 penderita Stunting.

Sementara itu, Junaid Sekretaris Camat Binuang mengatakan, “kami dari Pemerintah Kecamatan Binuang turun ke desa sebagai wujud partisipasi kami untuk mengurangi dan mencegah angka Stunting.” Ucap Junaid.

Lanjut, Junaid mengatakan, dari hasil musyawarah atau rembuk hari ini, kami selaku pemerintah kecamatan sangat mendukung dan mensuport langkah dengan adanya bantuan pencegahan Stunting khususnya kepada ibu hamil dan balita.

“Karena dengan program bantuan seperti ini atau pasti akan berdampak positif, dalam mengurangi ataupun mencegah angka Stunting gizi buruk.” Kata Junaid.

Junaid juga mengatakan, “terkait data terakhir stunting di kecamatan sudah ada namun kita mau sinkronkan terlebih dahulu baik dari data puskesmas, desa maupun Stakeholder yang ada biar tidak menjadi informasi yang keliru.” Ucapnya.

Junaid berharap, “desa Kuajang bisa menjadi rujukan untuk desa lain di kecamatan Binuang dengan adanya bantuan bantuan yang menjadi program pencegahan stunting, baik berupa konsumsi makanan kepada ibu dan bayinya dan bentuk penanganan lainnya.” Pungkasnya. (Aco Metro)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *