WARTAAMPERAK.COM_POLEWALIMANDAR_)))))))) Massa Aksi Demonstran yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa dan Rakyat Polewali Mandar (Semarak Polman) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Polewali Mandar, Kamis (4/6). Aliansi tersebut Gabungan dari sejumlah organisasi kemahasiswaan, di antaranya GMNI, HMI, dan KAMMI.
Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Debi, menyampaikan bahwa demonstrasi tersebut merupakan bentuk aspirasi sekaligus fungsi pengawasan mahasiswa terhadap berbagai kebijakan dan persoalan yang terjadi di Kabupaten Polewali Mandar.
Dalam pelaksanaannya, aksi sempat diwarnai ketegangan dan aksi saling dorong antara massa mahasiswa dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga di lokasi. Meski demikian, situasi tetap dapat dikendalikan dan aksi berlangsung hingga penyampaian aspirasi selesai.
Dalam orasi dan pernyataan sikap yang disampaikan, Semarak Polman menyuarkan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, di antaranya :
- Mendesak pemerintah daerah merealisasikan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis pada kepentingan pelestarian lingkungan hidup.
- Menuntut pemenuhan akses air bersih sebagai hak dasar masyarakat yang wajib dijamin secara merata dan berkeadilan.
- Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang, sistem drainase, serta kebijakan pembangunan yang dinilai belum mampu mengantisipasi persoalan banjir secara komprehensif.
- Menuntut percepatan pembangunan infrastruktur di Desa Lengo sebagai bentuk pemerataan pembangunan dan keadilan sosial bagi masyarakat desa.
- Serta mendesak evaluasi total terhadap praktik rangkap jabatan dalam birokrasi yang berpotensi menurunkan profesionalisme, efektivitas pelayanan publik, serta membuka ruang terjadinya konflik kepentingan.
Para demonstran membawa spanduk dan selebaran berisi berbagai aspirasi masyarakat.
Massa aksi kemudian diterima langsung oleh Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud. Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa diterima dengan baik dan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme serta kewenangan pemkab.
Bupati juga menjelaskan bahwa sejumlah program yang menjadi perhatian mahasiswa sebenarnya telah masuk dalam perencanaan pembangunan daerah dan saat ini sedang dalam tahap pelaksanaan maupun pengkajian lebih lanjut untuk direalisasikan secara bertahap. Proses penyelesaiannya dilakukan dengan mempertimbangkan skala prioritas, serta kemampuan anggaran daerah.
Aksi ini menjadi salah satu bentuk partisipasi aktif mahasiswa dan masyarakat dalam mengawal jalannya roda pemerintahan daerah. Melalui penyampaian aspirasi secara terbuka, mahasiswa berharap pemerintah daerah dapat lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat serta menghadirkan solusi yang tepat demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Polewali Mandar.
