Nilai Nilai Pancasila Ada Dalam Program MBG 

  • Bagikan

Oleh :

Dr. Agusnia Hasan Sulur

Ketua APPMBGI Kab Polewali Mandar

WARTAAMPERAK.COM_POLMAN_)))))))))) Makan Bergizi Gratis (MBG) itu program turunan langsung dari sila-sila Pancasila. Kalau ingin melihat benang merahnya :

  • Sila 2 : Kemanusiaan yang Adil & Beradab. Program MBG hadir memastikan semua anak Indonesia, dari Papua sampai Aceh, dari anak pejabat sampai anak buruh, dapat hak dasar yang sama yaitu makan bergizi layak. Tanpa MBG, anak miskin rawan Stunting. Itu tidak “beradab”. Program MBG hadir memastikan tidak ada yang ketinggalan cuma gara-gara orang tua tdk mampu untuk memenuhi gizi anaknya.
  • Sila 3 : Persatuan Indonesia. Menu MBG disusun dengan memakai bahan lokal. Anak Papua makan Sagu + Ikan, anak Madura makan Jagung + ayam, anak Sumbar makan Singkong + Telur. Anak Sulawesi makan Ikan. Satu program, tapi isinya binenka. Ini ngajarin anak dari kecil: beda daerah, beda menu, tapi kita satu Indonesia, sama-sama sehat & cerdas. Variasi menu berdasarkan standar gizi dengan tetap memperhatikan nilai nilai lokal.
  • Sila 5 : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Inti MBG.

  1. Keadilan akses : Anak di 3T dapet jatah sama kayak anak di Jakarta.
  2. Keadilan ekonomi : 70% bahan baku wajib dari petani/UMKM lokal.
  3. Keadilan generasi : investasi Anak sekarang di berikan asupan gizi biar sehingga menghasilkan generasi sehat dan mandiri.
  4. Sila 1 & 4 juga masuk

Sila 1 Ketuhanan : Badan sehat supaya bisa ibadah maksimal. Gizi buruk berakibat gampang sakit. Dan akan menghasilkan anak yang tidak berkualitas

Sila 4 Kerakyatan : SPPG dikelola mitra yaitu meliputi BUMDes/Koperasi/umkm. Jadi rakyat ikut mengelola bukan cuma jadi penerima. Itu praktik demokrasi ekonomi.

Kesimpulan saya di hari lahir pancasila adalah Pancasila adalah dasar negara. MBG merupakan bukti negara menjalankan dasar itu lewat Dapur dan Piring makan anak sekolah.

Mengutip kata kata Soekarno 1 Juni 1945 hari lahir Pancasila adalah Gotong Royong sedangkan MBG adalah Gotong Royong paling nyata : Negara + Petani + Juru Masak + Guru + Orang Tua, bersama sama besarkan anak Indonesia.

Terlepas ada masalah dan banyaknya kejadian yang tidak di harapkan itu karena pengelola yang tidak maksimal dalam menjalankan program MBG tersebut sedangkan SOP dan standar dalam bentuk juknis itu semua sudah tersedia.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *