Persiapan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, 11 Juni 2026. Para Lansia di Desa Palipi Soreang, Kabupaten Majene. Pembinaan dan Terapi Aktivitas Kelompok. (Foto Adi)
WARTAAMPERAK.COM_MAJENE_))))))) Menjelang Puncak Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2026 yang akan dilaksanakan pada 11 Juni mendatang, upaya pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup lansia mulai digencarkan di Desa Palipi Soreang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan dan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) yang melibatkan berbagai instansi lintas sektor. Rabu, 3 Juni 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Palipi Soreang Ramah Lansia, sebuah inisiatif yang mendorong terciptanya lingkungan yang lebih peduli, inklusif dan mendukung kesejahteraan lanjut usia. Pembinaan menghadirkan sejumlah pihak di antaranya DPPKB Kabupaten Majene, Dinas Sosial Kabupaten Majene, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Majene serta UPTD Puskesmas Totoli.
Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan mahasiswa pada kegiatan sebelumnya, terdapat 104 lansia yang tersebar di lima dusun di Desa Palipi Soreang. Data tersebut menjadi dasar dalam penyusunan program pembinaan yang disesuaikan dengan kebutuhan para lansia di wilayah tersebut.
Pembina Program Palipi Soreang Ramah Lansia sekaligus dosen STIKES Marendeng Majene, Fredy Akbar K, menjelaskan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari persiapan menuju HLUN 2026, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap kelompok lanjut usia.
Menurutnya, meningkatnya jumlah penduduk lansia menuntut perhatian yang lebih besar dari berbagai pihak, baik pemerintah, keluarga, tenaga kesehatan, maupun masyarakat. Lansia adalah kelompok yang telah memberikan kontribusi besar bagi keluarga dan masyarakat. Karena itu, mereka perlu mendapatkan dukungan agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan merasa dihargai.
“Melalui Program Palipi Soreang Ramah Lansia, kami berupaya menghadirkan ruang pembelajaran, kebersamaan, dan pemberdayaan yang berkelanjutan,” harapnya.
Sementara Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (K3) DPPKB Kabupaten Majene, Ade, mepaparakan. Pentingnya peran keluarga sebagai sistem pendukung utama bagi lansia. Perhatian keluarga memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan fisik maupun psikologis lansia. Lansia yang mendapatkan dukungan, pendampingan dan penghargaan dari keluarga cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan mereka yang mengalami keterbatasan dukungan sosial.
“Keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi lansia untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan. Karena itu, membangun keluarga yang peduli terhadap lansia menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan lansia yang sehat dan sejahtera,” sebutnya.
Salah seorang peserta lansia, Hasnah, mengaku. Senang dengan adanya kegiatan tersebut. Karena bisa berkumpul dengan teman-teman, mendapatkan pengetahuan baru dan merasa diperhatikan.
“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, karena dapat berkumpul sama teman,” katanya.
Para peserta juga mengikuti TAK yang bertujuan meningkatkan kemampuan interaksi sosial, melatih daya ingat, menjaga kesehatan mental serta mempererat hubungan antarlansia di lingkungan mereka.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para lansia tampak aktif mengikuti sesi diskusi, berbagi pengalaman hidup, serta terlibat dalam berbagai aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan semangat dan kebahagiaan mereka.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Panitia HLUN 2026 berharap peringatan Hari Lanjut Usia Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang ramah lansia.
Puncak Peringatan Hari (HLUN Tahun 2026 di Desa Palipi Soreang akan dilaksanakan pada 11 Juni 2026, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, organisasi sosial, dunia usaha, dan masyarakat sebagai bentuk penghormatan kepada para lanjut usia yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan bangsa.
Sebanyak 104 Lansia yang tersebar di lima dusun, Desa Palipi Soreang diharapkan dapat menjadi salah satu contoh pengembangan desa ramah lansia di Kabupaten Majene, di mana para lanjut usia tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga tetap memiliki kesempatan untuk berpartisipasi, berkarya, dan menjalani masa tua secara sehat, aktif dan bermartabat.
Adi
