WARTAAMPERAK.COM_PASANGKAYU_)))))))))) Suasana haru menyelimuti kegiatan pelepasan dan penamatan siswa kelas IX SMP Negeri Satap Lelumpang. Rasa sedih bercampur bangga terasa begitu kuat di setiap sudut acara. Lantunan lagu perpisahan dan pembacaan puisi seakan membawa seluruh hadirin larut dalam kenangan selama tiga tahun perjalanan para siswa di bangku sekolah.
Tak sedikit siswa yang tampak berkaca-kaca. Senyum dan tangis berbaur di wajah mereka. Begitu pula para guru yang selama ini mendampingi, membimbing, dan menyaksikan tumbuh kembang para siswa hingga tiba di penghujung masa belajar mereka di sekolah tersebut.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu dari Partai NasDem, Arham Bustaman, Camat Bambalamotu, para guru, orang tua siswa, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Arham Bustaman menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan pendidikan di wilayah Pasangkayu.
“Sebagai perwakilan masyarakat Bambarasa, kami akan terus berupaya memberikan kontribusi bagi pembangunan di wilayah ini, termasuk mendukung pembangunan sektor pendidikan dan sekolah. Saya selalu memiliki harapan agar Pasangkayu menjadi wilayah yang terdepan dalam berbagai bidang,” ujarnya.
Menurut Arham, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Kita semua memahami bahwa melalui pendidikan, kita dapat menjadi pribadi yang berguna bagi sesama. Dalam setiap pertemuan tentu ada perpisahan.Perpisahan memang menghadirkan rasa sedih sebagai bagian dari perjalanan hidup manusia. Namun, air mata yang hadir pada momen seperti ini adalah air mata kebahagiaan, karena kita telah berhasil melewati fase dalam perjalanan pendidikan,” ungkapnya.
Ia pun berpesan kepada para siswa agar terus mengejar cita-cita dan tidak berhenti belajar.
“Apa pun jurusan yang adik-adik pilih ke depannya, jalani dengan sungguh-sungguh. Teruslah belajar, berkembang, dan jadilah generasi yang dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” pesannya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri Satap Lelumpang menyampaikan pesan yang menyentuh tentang makna pendidikan dan peran seorang guru.
Menurutnya, tidak ada istilah siswa nakal. Setiap anak memiliki karakter, kelebihan, dan cara belajar yang berbeda-beda.
“Tidak pernah ada kata siswa nakal. Yang ada adalah siswa yang unik. Dari sekian banyak siswa, tidak ada satu pun yang memiliki karakter yang sama. Masing-masing memiliki kelebihan, kekurangan, dan cara belajar yang berbeda,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa tugas guru bukan sekadar mengajar mata pelajaran, melainkan juga mendidik dan membentuk karakter peserta didik.
“Guru adalah pendidik. Tugas guru bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan sebagai pengajar, tetapi juga membimbing, mendidik, dan menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik agar menjadi pribadi yang baik dan bertanggung jawab,” katanya.
Baginya, keberhasilan pendidikan tidak hanya tercermin dari nilai akademik, tetapi juga dari terbentuknya akhlak, disiplin, dan sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Di penghujung acara, suasana haru kembali pecah ketika para siswa satu per satu memberikan salam dan ucapan terima kasih kepada guru-guru mereka. Tiga tahun kebersamaan yang penuh cerita kini harus berakhir, namun kenangan, ilmu, dan nilai-nilai yang telah ditanamkan akan tetap menjadi bekal dalam perjalanan mereka menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Hari ini, air mata yang jatuh bukanlah tanda perpisahan semata, melainkan simbol harapan. Harapan agar anak-anak Lelumpang terus melangkah, menggapai mimpi, dan suatu hari kembali membawa kebanggaan bagi keluarga, sekolah, dan daerah mereka.
