Pasca Kebakaran, Pimpinan DPRD PolMan Bakal Panggil Pihak Terkait Pekerjaan Kantor DPRD

  • Bagikan

H. Agus Pranoto Ketua Komisi IV DPRD Polewali Mandar dari Partai Golkar.

Polewali.WartaAmperak===== Pimpinan DPRD PolMan menggelar rapat konsolidasi bersama staff DPRD guna melakukan evaluasi, pembersihan, serta merapikan kantor Pasca Kebakaran yang terjadi diruangan bagian umum DPRD Kab. PolMan yang diketahu melahap sejumlah dokumen, 1 unit komputer, 2 meja serta alat perlengkapan admistrasi lainnya, pada Selasa malam (15/2/21).

Pada rapat konsolidasi tersebut di pimpin oleh Wakil Ketua I H. Amiruddin di dampingi H. Hamzah Syamsuddin Wakil Ketua II DPRD Serta Ketua Komisi IV Agus Pranoto yang di hadiri seluruh staff DPRD PolMan.

    TKP dipasangi Police Line oleh petugas dari Polres PolMan.

H. Amiruddin mengatakan, “tentunya kita harus mengambil langkah cepat guna membersihkan dan merapikan kembali kantor DPRD Pasca Kebakaran semalam dan kita pastikan pelayanan tetap berjalan dan insya Allah besok pelayanan sudah bisa kembali normal.” Ungkap Amiruddin.

Sementara itu, Hamzah Syamsuddin mengatakan dengan banyaknya rembesan air dari plafon di sejumlah ruangan di Kantor DPRD, ini juga bisa menjadi penyebab terjadinya korsleting listrik.

“sejumlah ruangan kita itu kalau hujan selalu ada rembesan air menetes dari atas dan ini bahaya sebab bisa menjadi penyebab terjadinya korsleting listrik dan langkah kami akan memanggil pihak terkait baik Pihak PUPR, Konsultan maupun Kontraktor yang mengerjakan rehab Kantor DPRD ini, kok hasilnya begini dengan anggaran yang besar senilai 2,2 Milyar.” Tegas Hamzah Politisi Partai Gerindra Tersebut.

Selain itu, Agus Pranoto Ketua Komisi IV mengungkapkan perasaan sedih dengan adanya insiden yang menimpa Kantor DPRD PolMan namun kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi dan bisa menajdi bahan evaluasi kedepan agar lebih safety.

Senada dengan Hamzah Syamsuddin, Agus Pranoto juga menyayangkan Pekerjaan Kantor DPRD yang dianggap di kerjakan tidak sesuai perencanaan dengan anggaran senilai 2,2 Milyar, namun yang terjadi justru banyak plafon yang bocor dan sangat potensi menyebabkan korsleting listrik.

“Pada RDP lalu konsultan pekerjaan konstruksi kantor DPRD mengakui dengan anggaran Pembangunan dengan niilai 2,2 Milyar, kantor Dprd tidak akan mengalami kerusakan kebocoran pada bangunan .Namun ternyata hasilnya baru setahun bahkan sejak dibangun sampai saat ini, beberapa ruangan plafonnya bocor sana sini sehingga terjadi rembesan air dimana mana, seperti pada ruangan fraksi Golkar, Ruangan Umum yang terbakar, ruangan aspirasi serta ruang tunggu belum lagi ruangan lainnya.” Jelas Agus Pranoto ketua Komisi IV dari Partai Golkar. (Aco Metro)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *