Normalisasi Sungai Kepala BPBD SulBar Datangkan Konsultan

  • Bagikan

Kopala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Barat Darno Majid.

Polewali.WartaAmperak== Darno Majid Kepala BPBD (Badan Bencana Penanggulangan Daerah) Provinsi Sulawesi Barat didampingi Andi Busman mendatangkan konsultan Perencanaan untuk melakukan pengukuran normalisasi sungai Matakali, setelah sebelumnya beberapa waktu lalu melalukan peninjauan wilayah dampak banjir yang berada di kecamatan Matakali dan Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Minggu, 3/10/2021.

Wilayah Kecamatan Matakali dan Wonomulyo merupakan daerah yang setiap tahunnya dilanda banjir pada musim hujan yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir.

Darno Majid Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi SulBar mengatakan, “kali ini merupakan kunjungan kedua kami setelah sebelumnya kami sudah melakukan peninjauan terhadap lokasi titik rawan banjir di Kecamatan Matakali dan Kecamatan Wonomulyo, dan hari ini kita mendatangkan konsultan perencanaan untuk melakukan pengukuran dan nantinya sebagai bahan Analisis kami, dan saya langsung akan ke Jakarta untuk melakukan upaya mengajukan anggaran darurat bencana demi terwujudnya normalisasi sungai Matakali.” Ucap Darno Majid.

“Kita sangat merespon keluhan Masyarakat dan kita sudah melakukan upaya dan langkah sebagai bentuk respon yang serius pemerintah dalam menanggulangi banjir yang melanda setiap tahunnya di kec. Matakali dan Wonomulyo.” Kata Darno Majid.

Arwansyah Konsultan Perencanaan mengatakan untuk pengukuran serta menganalisis wilayah yang ada disini kita perkirakan 1 km per hari karena panjangnya sekitar 10 km maka tentunya kita perkirakan rampung sekitar 10 hari namun tentunya kita akan melihat situasi medannnya seperti gimana untuk kepastian berapa lama kami berada disini.” Kata Arwansyah.

Lanjut, Arwansyah mengatakan Saya lihat Pendangkalan yang ada utamanya Ada beberapa delta yang sudah lama yang sudah puluhan tahun dan Pendangkalan di Hilir merupakan sebab terjadi meluapnya banjir dan masuk ke sawah, Empang dan ke pemukiman warga.” Jelas Arwansyah.

Sementara itu, Andi Busman selaku Pembina Ormas LMP Kabupaten PolMan mengatakan kami hadir karena merasa terpanggil melihat kondisi Masyarakat yang terdampak banjir, dalam Kurung waktu 1 bulan saja sudah 4 kali kena banjir.” Ucap Andi Busman.

Lanjut, Andi menambahkan “atas keresahan tersebut awalnya kami bersama masyarakat, petani disini ingin membuat proposal untuk normalisasi sungai namun terkendala di Biaya karena untuk biaya konsultan saja mencapai puluhan juta,bdan lanjutnya kami lakukan pendekatan dengan BPBD Provinsi Sulawesi Barat dan alhamdulilah langsung di respon baik, bahkan langsung meninjau lokasi yang di pimpin langsung Darno Majid Kepala BPBD Provinsi SulBar.” Terang Andi Busman.

H. Nurdin Tokoh Masyarakat Kel. Matakali mengucapkan terima kasih kepada BPBD Prov. SulBar dan juga LMP kab. PolMan atas respon cepat yang dilakukan menjawab keresahan kami selaku warga yang terdampak banjir bila musim hujan tiba.

“Apa yang di lakukan oleh BPBD Prov. SulBar kami sangat mengapresiasi dan ucapakan terima kasih walau belum tahu kepastian pengerjaan normalisasi sungai ini dilakukan tapi setidaknya respon dan upaya BPBD Prov. Sulbar kami sudah sangat percaya dengan kinerja BPBD Prov. Sulbar.” Ucap H. Nurdin.

Lanjut H. Nurdin Bercerita “sangat miris pak kami diisini kalo masuk musim hujan, yang kami pikirkan adalah banjir dan tentunya menjadi trauma bagi kami, karena dampak banjir sangat merugikan bagi masyarakat, khusus petani pak disini sudah 4 kali musim tanam namun tidak pernah berhasil karena banjir dan desa paling terdampak bila banjir itu yakni Desa Galeso, desa Tumpiling, Desa Patampanua , dan Kel. Matakali.” Kata H. Nurdin (aco metro).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *