Polewali.WartaAmperak==== Kunjungan Kerja ke Kab. Polewali Mandar, BPOM Mamuju SulBar (Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Sulawesi Barat) Bekerjasama Disperindagkop serta dari Dinas Kesehatan Kab. PolMan melakukan intensifikasi pengawasan serta uji sampel makanan dan minuman di Pasar Tradisional Sentral Pekkabata kepada sejumlah pedagang Takjil berbuka puasa, Rabu (13/4/22)
Tim BPOM Mamuju tersebut, melakukan uji sampel di pasar tradisional dalam rangka memastikan takjil menu buka puasa tidak mengandung bahan berbahaya maupun pengawet, serta layak untuk konsumsi.
Agar tidak merugikan pedagang, sampel makanan yang di ambil tersebut di beli oleh petugas BPOM untuk dilakukan uji lab. di tempat yang telah di siapkan.
Netty Nurmuliawaty Koordinator Informasi dan Komunikasi saat di wawancara menyampaikan, “untuk uji sampel makanan hari ini di pasar sentral Pekkabata, kami telah mengambil 24 sampel, untuk jenis makanan seperti Kerupuk, Bakso, Cendol serta minuman dengan bahan baku gula merah semua hasil uji labnya negatif dari bahan pengawet maupun pewarna, namun ada satu sampel yakni es Doger yang berwarna pink terang di temukan mengandung bahan Rhodamin B atau pewarna tekstil dan itu tentunya sangat berbahaya dan dapat merusak Hati.” Kata Netty.
“Untuk hasil yang di dapatkan dari uji lab es Doger yang positif bahan pewarna, itu kita lakukan pengecekan sampai 3 kali namun thasilnya tetap sama mengandung bahan pewarna Rhodamin B.” Ujarnya.
Lanjut, Netty menyampaikan, “terkait adanya pedagang yang ditemukan menggunakan bahan berbahaya, kita akan komunikasikan dengan dinas kesehatan untuk tindak lanjut, menurut Netty untuk sanksi karena dia pelaku rumah tangga dia hanya dilakukan pembinaan, namun bila sudah di Bina namun tetap demikian bisa saja dilakukan tindakan sanksi pidana.” Jelasnya.

“Sebelum kegiatan pada hari ini selama berada di kab. PolMan kita juga sudah melakukan pengawasan makanan takjil di tiga pasar di PolMan, yakni pasar Campalagian, Tinambung serta Wonomulyo, dan telah mengambil 22 sampel dan hasilnya alhamdulilah semua negatif dari bahan pengawet atau pewarna yang berbahaya, jadi total sampel yang kita ambil di tambah hari ini ialah 46 sampel. Kita juga tadi memberi komunikasi informasi dan edukasi baik kepada konsumen maupun kepada para pedagang.” Terangnya.
Sementara itu Kadis Perindagkop Andi Chandra Sigit pada kesempatan itu mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi langkah BPOM atas kerjasama yang terus di tingkatkan dengan Kami sudah beberapa tahun ini selalu kerjasama dengan BPOM setiap ada pasar Ramdhan Selalu turun melakukan pengecekan guna mengawasi mulai dari bahan pewarna makanan sampai kadar bahan yang di gunakan dalam makanan.” Kata Kadis Perindagkop PolMan tersebut.
Selain itu, Marwati salah satu pedagang Takjil di pasar sentral tersebut menanggapi, “sangat tepat momentnya apa yang dilakukan oleh para petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan menurutnya dengan dilakukannya pemeriksaan seperti ini, ketika hasilnya negatif, tentunya menambah kepercayaan konsumen atas dagangan kami, bahwa apa yang kami jual benar-benar tidak ada mengandung bahan berbahaya.” Tutupnya. (Aco Metro).
