Aksi Aliansi Masyarakat PolMan (AMP) di depan kantor Bupati Polewali Mandar.
Polewali.WartaAmperak===== Berbagai organisasi mahasiswa di Kabupaten Polewali Mandar yang tergabung dalam massa AMP (Aliansi Masyarakat PolMan) menggelar demonstrasi depan Kantor Bupati Polewali Mandar. Senin (11/4/22).
Titik kumpul para demonstran di tempatkan di Sport Center Manding yang melakukan long March ke kantor Bupati PolMan.
Para demonstran tersebut membawa berbagai tuntutan yang menjadi perhatian publik di Republik Indonesia serta tuntutan isu turunan yang menjadi perhatian di kab. PolMan selama ini, ada 6 Poin tuntutan massa aksi yakni :
1. Tolak wacana penundaan PEMILU dan Presiden 3 periode
2. Tolak kenaikan harga BBM
3. Tolak kenaikkan pajak pertambahan nilai (PPN)
4. Stabilkan Harga bahan Pokok
5. Stabilkan harga beli gabah dan pupuk
6. Tuntaskan persoalan sampah di Polewali Mandar .

Dalam aksi unjuk rasa itu ratusan massa Aliansi Masyarakat PolMan melakukan aksinya sambil membakar ban bekas.
Hasmia salah satu mahasiswi Unasman yang turut dalam aksi itu mengatakan, “kami ada disini guna mengawal beberapa issu diantarnya penolakan 3 periode presiden dan aksi ini dilakukan pula di seluruh wilayah di Indonesia serta kami juga membawa tuntutan issu yang terjadi di Polewali Mandar terkait sampah dan kenaikan harga minyak goreng yang sampai hari ini belum ada solusinya.” Katanya.
Lanjut, Ia juga mengatakan, “bahwa aksi ini juga dampak dari kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok, tentunya bagi masyarakat kecil ini akan sangat membuat mereka sengsara. Kami akan terus memperjuangkan tuntutan kami dengan terus melakukan aksi.” Kata Hasmia mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi tersebut.
Ia juga menegaskan dalam aksi ini tidak ada mengatasnamakan sebagai BEM namun ini adalah aksi massa Aliansi Masyarakat Polewali Mandar
Hasmia berharap, “segala tuntutan para demonstran bisa terpenuhi baik mengenai tuntutan issu nasional maupun di Polewali Mandar pada khususnya, yang terkait masalah perekonomian maupun masalah sampah dan semoga semua cepat ada solusinya.” harap Hasmia.
“Pemerintah kita itu di gaji untuk mencari solusi dari permasalahan di daerah harusnya mereka bekerja untuk itu, jangan mencarikan solsui namun sifatnya hanya sementara harusnya mencari solusi yang permanen.” Tutupnya. (Aco Metro)
