Warga Kalibamba Keluhkan Air Tak Mengalir, Proyek Rp 1,36 Miliar Dipertanyakan

  • Bagikan

WARTAAMPERAK.COM_PASANGKAYU_))))))))Warga Dusun Kalibamba, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, mengeluhkan distribusi air bersih yang hingga kini bepengaduanlir merata, meski proyek pembangunan jaringan telah menelan anggaran lebih dari Rp 1,3 miliar.

Berdasarkan data pengadaan pada laman LPSE, proyek Pengembangan Jaringan Distribusi dan Sambungan Rumah Desa Polewali (DAK) memiliki pagu anggaran sebesar Rp 1.366.000.000, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai Rp 1.366.181.926. Proyek ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pasangkayu dan telah dinyatakan selesai tender.

Pekerjaan tersebut dimenangkan oleh CV. Maputeh, Majene dengan nilai kontrak Rp 1.296.086.312.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh dari harapan. Sejumlah warga mengaku hingga kini air belum mengalir ke seluruh rumah, meskipun instalasi pipa dan keran telah terpasang.

“Sebagian rumah sudah dapat air, tapi banyak juga yang belum mengalir sama sekali. Ini sudah lama,” ungkap seorang warga dalam unggahan media sosial, Minggu (26/4).

Warga menilai persoalan utama terletak pada jaringan pipa yang belum tersambung secara optimal, sehingga distribusi air tidak berjalan merata. Ironisnya, kondisi ini terjadi tanpa kejelasan penyelesaian dari pihak terkait.

Situasi tersebut semakin memprihatinkan karena terjadi di tengah musim kemarau, di mana kebutuhan air bersih menjadi sangat mendesak.

“Sekarang musim kemarau, kami kesulitan air. Untuk mencuci saja susah,” keluh warga lainnya.

Dengan nilai proyek yang mencapai miliaran rupiah, masyarakat mulai mempertanyakan efektivitas pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Mereka mendesak pemerintah daerah, khususnya Dinas PUPR, untuk segera turun tangan melakukan evaluasi dan memastikan jaringan yang telah dibangun benar-benar berfungsi.

Selain itu, warga juga menuntut keterbukaan informasi terkait kendala teknis yang menyebabkan distribusi air belum berjalan normal.

“Kami hanya ingin penjelasan. Kalau memang ada kendala, sampaikan ke kami,” tulis warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PUPR Kabupaten Pasangkayu terkait penyebab belum optimalnya distribusi air bersih di wilayah tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *