511 Mahasiswa Unasman Ikut Program MBKM

  • Bagikan

Polewali.WartaAmperak– Universitas Al Asyariah Mandar melepas 511 mahasiswa dari 12 prodi kemudian di tempatkan ke 3 Kabupaten, yakni Kabupaten Polewali Mandar, Majene dan Mamasa guna melaksanakan salah satu item program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang diluncurkan Mendikbud Nadiem Makarim menyasar pembangunan desa lewat program Kampus Membangun Desa. Sabtu, 14/8/2021.

Ketua Panitia Program Unasman Membangun Desa (PUMD) Andi Ahmad Qaslim menerangkan tahun ini Universitas Al Asyariah Mandar (Uansman) tidak melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tapi digantikan dengan Program MBKM secara Nasional diikuti seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia termasuk Unasman.

Ahmad Qaslim menjelaskan Unasman wajib melaksanakan kegiatan MBKM ini sebagai salah satu program Tri Darma Perguruan Tinggi pengganti KKN.

“Dalam program MBKM ini salah satu item kegiatannya adalah membangun desa, sehingga Unasman wajib melaksanakan kegiatan ini sebagai salah satu program Tri Darma yang kalau tahun-tahun sebelumnya kita melaksanakan KKN tapi tahun ini kita melaksanakan kegiatan Kementerian yaitu Program Unasman membangun desa,” Ucap Ahmad Qaslim.

Lanjut, Ketua Panitia menyebutkan selama 40 hari mahasiswa Unasman diharapkan dapat melakukan program yang sebelumnya sudah di komunikasikan dengan desa yang menjadi salah tempat program Unasman membangun desa.

Untuk penempatan Mahasiswa di desa, Qaslim mengatakan sebelumnya telah melakukan pendataan bagi peserta program Unasman membangun
desa untuk menempatkan mahasiswa di masing-masing domisilinya. Karena di program BMKM itu konsepnya tidak bermalam di satu titik (posko)

Adapun output lain sesuai yang dicanangkan pemerintah ada 4 indikator, pertama, berbasis prodak dimana setiap kegiatan akan ditulis dalam bentuk artikel dan dipublikasi dalam bentuk jurnal pengabdian, kedua adalah kegiatan-kegiatan akan di publish ke Media Online dan Media Cetak, ketiga adanya laporan setiap Kelompok dan Individu dan terakhir laporan dalam bentuk Dokumentasi.

Ia berharap dengan adanya program Unasman membangun desa sebagai Tri Darma Perguruan Tinggi bisa membawa nama baik kampus, bisa memberikan citra yang baik kepada kampus, dan bermanfaat untuk pengembangan dan pembangunan Desa sebagaimana program pemerintah membangun dari desa.

Sementara itu, Rektor Universitas Al Asyariah Mandar Hj. Chuduriah Sahabuddin yang hadir melepas 511 peserta mahasiswa program Unasman membangun desa memberikan arahan kepada mahasiswa yang ikut program Unasman membangun desa agar bisa mengharumkan nama baik kampus, tetap menjaga kesehatan selama melakukan program di desa.

“Mahasiswa kita ini diharapkan punya kontribusi terhadap pengembangan Daerah atau Desa,” Harap Rektor Unasman. (acm)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *