WARTAAMPERAK.COM_POLEWALIMANDAR_))))))))) Pascabanjir yang menerjang sejumlah titik di Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, puluhan personel SAR Brimob Kompi Polewali Mandar bergerak cepat membantu warga melakukan pembersihan dan penanganan dampak banjir.
Titik awal pembersihan difokuskan di Kelurahan Pekkabata, tepatnya di salah satu pondok pesantren yang sempat terdampak banjir pada Senin kemarin.
Di lokasi tersebut, personel Brimob membersihkan sisa material banjir berupa lumpur yang masih menggenangi area pondok pesantren, termasuk saluran air yang tersumbat akibat tumpukan sampah yang terbawa arus.
Selain mengerahkan puluhan personel, Tim.SAR Brimob juga menurunkan satu unit kendaraan taktis berupa mobil water cannon untuk menyemprot endapan lumpur yang menempel di area terdampak banjir.
Tak hanya di Kelurahan Pekkabata, personel SAR Brimob juga bergerak ke Kelurahan Manding dan Kelurahan Lantora guna membantu warga membersihkan rumah mereka yang terdampak banjir.
Salah satu rumah yang menjadi sasaran pembersihan adalah milik keluarga Zaenal Leha di Kelurahan Lantora.
Rumah tersebut terdampak cukup parah akibat luapan Sungai Lantora yang membawa lumpur saat banjir melanda pada Senin sore.
Dengan menggunakan kendaraan taktis, personel Brimob tampak sigap membantu pemilik rumah membersihkan garasi hingga ruang tengah yang dipenuhi endapan lumpur.
Komandan Kompi 4 Batalyon A Pelopor, Ipda Ilham, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk respon cepat Brimob dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir.
Menurutnya, personel diterjunkan untuk mempercepat proses pembersihan agar aktivitas warga bisa kembali normal.
“Kami langsung bergerak setelah menerima laporan adanya wilayah yang terdampak banjir. Fokus kami membantu warga membersihkan rumah, fasilitas umum, serta memastikan lingkungan kembali bersih dan aman,” ujar Ipda Ilham.
Ia menambahkan, kehadiran Brimob di tengah masyarakat merupakan bagian dari tugas kemanusiaan, terutama saat terjadi bencana alam yang membutuhkan penanganan cepat.
“Brimob tidak hanya hadir dalam tugas pengamanan, tetapi juga selalu siap membantu masyarakat dalam kondisi darurat seperti banjir ini,” tambahnya.
Banjir yang terjadi akibat hujan deras selama kurang lebih tiga jam itu sempat melumpuhkan aktivitas di dalam Kota Polewali Mandar. Sejumlah ruas jalan utama dan permukiman warga tergenang air.
Selain karena drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan, beberapa sungai yang meluap juga memperparah kondisi banjir hingga merendam kawasan pusat kota. Ratusan rumah warga terdampak, termasuk sejumlah perkantoran dan fasilitas umum.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan kerugian material cukup besar.
