HLUN 2026 Deklarasi Desa Ramah Lansia, di Desa Palipi Soreang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene.( Foto Adi)
WARTAAMPERAK.COM_MAJENE_))))))))) Suasana hangat dan penuh kebahagiaan menyelimuti halaman kegiatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2026 di Desa Palipi Soreang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene. Kamis, 11 Juni 2026. Sejak pagi, ratusan warga telah memadati lokasi kegiatan untuk bersama-sama merayakan momentum yang sarat makna bagi para lanjut usia.
Kegiatan yang mengusung semangat “Lansia Sehat, Produktif, dan Bermartabat” yang bukan sekadar peringatan tahunan. Di balik kemeriahan acara, tersimpan pesan kuat tentang pentingnya menghormati dan merawat para lansia yang telah mengabdikan hidupnya untuk keluarga dan masyarakat.
Sebelum acara resmi dimulai, sebanyak 104 orang Lansia bersama masyarakat, kader kesehatan, dan mahasiswa STIKES Marendeng Majene tampak bersemangat mengikuti senam Lansia. Dengan iringan musik yang ceria, para lansia bergerak mengikuti instruktur senam sambil sesekali tersenyum dan bercengkerama satu sama lain.
Usai senam, para lansia mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan oleh tim kesehatan Puskesmas Totoli. Mulai dari pemeriksaan tekanan darah, gula darah, konsultasi kesehatan hingga edukasi pola hidup sehat menjadi bagian dari layanan yang diberikan kepada para peserta.
Keceriaan semakin terasa ketika kelompok Lansia menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya khas Mandar. Penampilan Parrawana Towaine, kelompok rebana perempuan Lansia, berhasil memukau para tamu undangan melalui lantunan syair-syair bernuansa religius yang dibawakan dengan penuh semangat. Tak kalah menarik, kelompok Lansia laki-laki membawakan lagu tradisional Sayang-Sayang Mandar yang mengundang tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir.
Momen tersebut menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap berkarya, berkesenian, dan berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat.
Puncak acara ditandai dengan pembukaan resmi Ketua Komisi Daerah (Komda) Lansia Kabupaten Majene yang juga Wakil Bupati Majene, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap pesan utama HLUN tahun ini, dengan tema “Merawat yang Telah Merawat Kita” yang memiliki makna yang sangat kuat dan menyentuh karena mengingatkan semua pihak akan peran besar para lansia dalam membangun keluarga, membesarkan anak-anak. Serta menjaga nilai-nilai kehidupan di tengah masyarakat.
“Para Lansia adalah orang-orang yang telah merawat kita sejak kecil, mendidik kita, dan mengorbankan banyak hal untuk masa depan generasi berikutnya. Hari ini adalah momentum untuk mengingat bahwa mereka juga berhak mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan penghormatan dari kita semua,” katanya.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Majene, Andi Beda, menyampaikan. Sekolah Lansia merupakan salah satu bentuk investasi sosial yang sangat penting dalam menyiapkan Lansia yang berkualitas dan tetap memiliki peran dalam keluarga maupun masyarakat. Di balik suksesnya kegiatan tersebut, terdapat peran aktif berbagai pihak yang selama ini mendorong lahirnya program pemberdayaan lansia di Palipi Soreang.
Salah satunya adalah dosen Keperawatan Komunitas STIKES Marendeng Majene, Fredy Akbar K. Selama ini aktif mendampingi masyarakat dan pemerintah desa dalam pengembangan program lansia berbasis komunitas.
“Sekolah Lansia merupakan salah satu bentuk investasi sosial sangat penting dalam menyiapkan Lansia yang berkualitas dan tetap memiliki peran dalam keluarga dan masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, dosen Keperawatan Komunitas STIKES Marendeng Majene, Fredy Akbar K, menyebutkan. Gagasan Desa Ramah Lansia dan Sekolah Lansia lahir dari kebutuhan nyata masyarakat untuk menghadirkan ruang yang lebih baik bagi para lansia agar tetap sehat, aktif, dan merasa dihargai di lingkungan tempat tinggalnya.
“Kami melihat bahwa lansia memiliki potensi yang luar biasa. Mereka tidak hanya membutuhkan pelayanan kesehatan, tetapi juga ruang untuk belajar, berinteraksi, berbagi pengalaman, dan tetap merasa menjadi bagian penting dari masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, keluarga, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini,” bebernya.
Ia menegaskan, Desa Palipi Soreang dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Majene dalam mengembangkan program ramah Lansia yang berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat.
“Desa Palipi Soreang menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Majene dalam mengembangkan program ramah Lansia,” ucapnya.
Ketika acara berakhir, senyum para lansia masih terlihat menghiasi wajah mereka. Sebagian saling bersalaman, sebagian lainnya berfoto bersama keluarga dan mahasiswa yang mendampingi mereka sepanjang kegiatan.
Hari itu, Palipi Soreang tidak hanya merayakan HLUN. Lebih dari itu, masyarakat menunjukkan bahwa menghormati Lansia bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk penghargaan kepada mereka yang telah lebih dahulu merawat, membimbing, dan membangun kehidupan generasi saat ini.
Semangat “Merawat yang Telah Merawat Kita” pun menggema dari Palipi Soreang, menjadi pesan sederhana namun mendalam bahwa kualitas sebuah masyarakat dapat dilihat dari bagaimana mereka memperlakukan para Lansia.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Wahidah Paheng, yang memberikan dukungan terhadap berbagai program pemberdayaan Lansia berbasis keluarga dan komunitas. Hadir pula mantan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Dra. Hj. Rosnawati, yang dikenal luas sebagai salah satu tokoh pembangunan keluarga di Sulawesi Barat.
Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Majene, Hj. Andi Beda, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majene, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial serta Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Majene Nur Aliyah K, Camat Banggae,Kepala Desa Palipi Soreang, Kepala Puskesmas Totoli. Serta berbagai unsur pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, kader, dan tokoh masyarakat.
Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan edukasi kesehatan, HLUN tahun ini juga menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Palipi Soreang. Pada kesempatan tersebut dilakukan Deklarasi Desa Ramah Lansia Palipi Soreang, yang menandai komitmen bersama pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif dan mendukung kehidupan para lansia.
Deklarasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan Launching Sekolah Lansia Palipi Soreang, sebuah program pembelajaran sepanjang hayat yang dirancang untuk membantu para lansia tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bermartabat.
Adi
