WARTAAMPERAK.COM_PASANGKAYU_///////////// Menindaklanjuti Surat Edaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasangkayu terkait pelaksanaan MBG di bulan Ramadhan, pihak pelaksana di lapangan angkat bicara.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Pasangkayu, Syahril, menyampaikan bahwa pada prinsipnya pihaknya siap menyesuaikan waktu pembagian, sepanjang sekolah mampu menerima pada waktu yang ditentukan.
“Kalau dari kami kapan pun bisa, Pak. Tinggal apakah sekolah sanggup menerima di waktu sore. Karena kami hanya menyalurkan pada waktu sekolah saja sesuai kesanggupan masing-masing sekolah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini jadwal distribusi disesuaikan dengan jam pulang siswa. Untuk tingkat TK dan SD, pembagian dilakukan pada pagi hari karena jam pulang lebih cepat. Sementara untuk SMP dan SMA, distribusi dilakukan menjelang siang.
Terkait bentuk makanan, Syahril menegaskan bahwa menu MBG tetap dalam bentuk siap santap, namun berupa menu kering yang lebih tahan lama sehingga dapat dikonsumsi saat berbuka puasa di rumah.
“Menu di MBG itu tetap siap santap, tapi menu kering yang tahan untuk dimakan saat buka di rumahnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia membuka ruang koordinasi bersama lintas instansi guna mencari solusi terbaik selama bulan Ramadhan.
“Tapi bagusnya juga untuk duduk bersama dari pihak kami. Kalau bisa dihadirkan Kepala SPPG se-Kabupaten, Tim Satgas Pemda, Dinas Pendidikan, Kemenag bersama dengan MUI supaya bisa mencarikan solusi bersama,” tambahnya.
Ia berharap melalui forum bersama tersebut dapat ditemukan titik temu antara pertimbangan keagamaan, teknis distribusi di sekolah, serta kebijakan pemerintah daerah, sehingga program MBG tetap berjalan tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah puasa para siswa.
