WARTAAMPERAK.COM_POLMAN === Taman Budaya Sulbar Annual Art Mammesa 2025 akan kembali digelar sebagai ajang seni tahunan yang paling dinanti di Sulawesi Barat. Acara ini akan berlangsung pada tanggal 9 hingga 11 Agustus 2025, berlokasi di Galeri Marasa, Taman Budaya dan Museum Sulawesi Barat, Buttu Cipping, Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar.
Annual Art Mammesa tahun ini mengangkat tema “Differance Sakka Manarang”, festival ini menjadi ruang bagi keberagaman tafsir dan narasi budaya lokal yang disajikan melalui beragam bentuk karya seni.
Annual Art Mammesa 2025 akan digelar selama 3 hari menyuguhkan beragam agenda yang mempertemukan Seniman, Akademisi, dan Masyarakat umum. Adapun agenda lengkapnya sebagai berikut :
- Sabtu 9 Agustus, dibuka dengan Opening Ceremony dan instalasi seni dari para Seniman;
- Minggu, 10 Agustus, dengan pameran karya seni dan diskusi budaya yang menghadirkan para perupa dan pegiat budaya;
- Senin 11 Agustus menjadi penutup yang reflektif dengan sesi Artist Talk dan Closing Ceremony yang penuh inspirasi.
Seluruh rangkaian kegiatan terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
Menurut Subkhan Palewangi, selaku koordinator acara, Annual Art Mammesa bukan sekedar pameran seni, melainkan ruang temu gagasan yang menyatukan kreativitas dengan akar budaya lokal.
“Festival ini bukan sekedar Pemeran Seni tapi juga pertemuan para Seniman dan Budayawan untuk menyatukan Kreatifitas akar Budaya Lokal.” Jelasnya.
Annual Art Mammesa 2025 menghadirkan Edukasi, Hiburan, dan Interaksi Seni yang intens yang digabungkan menjadi satu Kegiatan menjadi Perayaan Budaya Lokal.
Kepala UPTD Taman Budaya & Museum Sulbar, Ika Lisrayani, mengajak masyarakat Sulawesi Barat dan sekitarnya untuk hadir dan terlibat langsung. Kepala UPTD juga menyampaikan,
“Bagi Masyarakat yang ingin merasakan atmosfer Kretifitas yang penuh warna silahkan datang di Galeri Marasa Buttu Cipping. Dan disinilah tempat dimana “perbedaan” akan menjadi kekuatan dan Seni akan menjadi jembatan antara Tradisi dan gagasan baru.” Ujar Kepala UPTD Taman Budaya dan Meseum SulBar Ika Lisyarani. (Rls)
