WARTAAMPERAK.COM_POLEWALIMANDAR_))))))))) Akademisi sekaligus pengusaha, Dr. H. Muhammad Sain, S., SE., ME., MM., kembali menorehkan capaian akademik dengan meraih promosi doktor Bidang Ilmu Ekonomi Konsentrasi Manajemen di Universitas 17 Agustus Surabaya.
Capaian tersebut menambah daftar perjalanan akademiknya yang panjang di berbagai disiplin ilmu, mulai dari ekonomi, hukum, hingga pendidikan agama Islam.
Dalam keterangannya, Muhammad Sain menegaskan bahwa pendidikan agama memiliki peran penting dalam dunia bisnis dan kehidupan sosial masyarakat.
“Saya ingin memadukan antara ilmu ekonomi dan pendidikan agama Islam.
Sejauh apa pun seseorang menjalankan bisnis dan meningkatkan usahanya, jika tidak dibarengi ilmu agama, maka akan terasa hampa dan sia-sia. Karena saya menganggap ilmu agama adalah ilmu pamungkas, ilmunya segala ilmu bagi umat Islam,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan tinggi tanpa pondasi nilai keagamaan tidak akan memberikan makna yang utuh dalam kehidupan.
“Setinggi-tinggi apa pun pendidikan yang dimiliki, jika tidak dibarengi pendidikan agama Islam, maka hasilnya tidak akan sempurna,” tambahnya.
Muhammad Sain mengungkapkan, perjalanan pendidikannya dimulai dari Pondok Pesantren Gombara Makassar, kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 2 Polewali.
Setelah itu ia diterima tanpa tes di Universitas Hasanuddin (Unhas) dan mendapatkan beasiswa berprestasi.
Dana beasiswa yang diperolehnya bahkan digunakan kembali untuk melanjutkan pendidikan di kampus lain, termasuk Fakultas Hukum UMI Makassar.
Setelah sukses membangun usaha, ia melanjutkan studi Magister Ekonomi Syariah di Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman).
Karier akademiknya kemudian berkembang saat mendapat tawaran menjadi dosen di Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar.
Tak hanya aktif mengajar, ia juga dipercaya menjadi anggota senat kampus setelah memperoleh dukungan suara hingga 80 persen dalam pemilihan internal.
“Dari situlah saya mulai mencintai dunia pendidikan. Saya menganggap ilmu yang tidak disalurkan akan hilang. Karena itu saya ingin terus berbagi pengalaman dan pengetahuan,” katanya.
Selain meraih doktor ilmu ekonomi, Muhammad Sain juga sedang menyelesaikan studi Magister Hukum di Universitas Muhammadiyah serta menempuh program Doktor Pendidikan Agama Islam di IAIN Parepare.
Ia dijadwalkan menjalani ujian terbuka promosi doktor Pendidikan Agama Islam pada Rabu, 20 Mei 2026.
Di balik perjalanan akademik dan bisnisnya, Muhammad Sain mendapat dukungan penuh dari sang istri, Hj. Fatimah Razak. Keduanya telah dikaruniai tiga orang anak, terdiri dari satu putri dan dua putra.
Sebagai dosen dan pengusaha, Muhammad Sain mengaku memiliki cita-cita besar untuk menciptakan lapangan kerja serta mendorong kemajuan UMKM lokal, khususnya di sektor perdagangan dan usaha campuran.
“Saya ingin bagaimana UMKM lokal bisa berkembang dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui usaha yang modern,” ujarnya.
Dalam proses mengajar, ia juga menerapkan metode pembelajaran berbasis praktik lapangan melalui mata kuliah Business Experience dan Business Innovation.
Ia mengaku rutin membawa mahasiswa mengunjungi perusahaan agar mereka memahami secara langsung perbedaan teori ekonomi di ruang kelas dengan realitas dunia usaha.
“Saya tidak hanya sekadar mengajar teori. Ada satu pertemuan setiap semester di mana mahasiswa diajak turun langsung ke perusahaan agar mereka memahami bagaimana dunia bisnis sebenarnya berjalan,” jelasnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pendidikan, pengalaman bisnis, dan nilai keagamaan menjadi kunci dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
