Proyek UTD RSUD Pasangkayu Tahun 2025 Capai 94 Persen, Rekanan Kena Denda

  • Bagikan

WARTAAMPERAK.COM_PASANGKAYU_/////////// Pekerjaan pembangunan gedung Unit Transfusi Darah (UTD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasangkayu yang menelan anggaran lebih dari Rp4 miliar pada Tahun Anggaran 2025 hingga kini belum sepenuhnya rampung.

Saat dikonfirmasi di ruang kerja Direktur RSUD Pasangkayu, Senin (12/1/2026), perwakilan manajemen rumah sakit, Akhmad Yani, membenarkan bahwa pada tahun 2025 terdapat tiga item pekerjaan fisik di RSUD Pasangkayu. Dari ketiga item tersebut, dua pekerjaan telah selesai, sementara pembangunan gedung UTD masih dalam tahap penyelesaian.

“Untuk pekerjaan UTD memang belum selesai. Saat ini progresnya sudah mencapai sekitar 94 persen. Kami terus melakukan pengawasan, dan pihak rekanan masih melanjutkan pekerjaannya. Denda keterlambatan juga tetap diberlakukan sesuai ketentuan,” ujar Akhmad Yani.

Ia menjelaskan, keterlambatan pekerjaan disebabkan oleh kendala saat pengecoran lantai dua pada Oktober 2025 lalu. Saat itu, ketersediaan material bangunan terbatas karena banyaknya proyek yang berjalan secara bersamaan.

“Waktu pengecoran lantai dua, bahan material sulit didapat di wilayah Pasangkayu. Rekanan akhirnya harus mengambil bahan dari Sulawesi Tengah, sehingga waktu pekerjaan banyak terlewat,” ungkapnya.

Menurut Akhmad Yani, material yang digunakan harus sesuai dengan spesifikasi dan prosedur yang telah ditetapkan. Karena bahan yang memenuhi standar hanya tersedia di Sulawesi Tengah, rekanan terpaksa mengambil dari wilayah tersebut.

“Pekerjaan yang tersisa saat ini tinggal pemasangan pintu, daun jendela, serta penyelesaian bagian luar bangunan. Dari penyampaian pihak rekanan, mereka berkomitmen untuk segera menuntaskan pekerjaan tersebut,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *