Dari Laut ke Parlemen : Kisah H. Hariman Ibrahim, Nelayan Tangguh yang Jadi Pimpinan DPRD Pasangkayu

  • Bagikan

WARTAAMPERAK.COM_PASANGKAYU ===== Sosok H. Hariman Ibrahim kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Pasangkayu. Politisi Partai NasDem ini berhasil mencuri perhatian, bukan hanya karena ia merupakan wajah baru di parlemen, tetapi juga karena latar belakang hidupnya yang inspiratif.

Dari seorang nelayan sukses, Hariman kini duduk sebagai unsur pimpinan DPRD Pasangkayu.

Pria kelahiran Pasangkayu, 15 Mei 1968 ini merupakan putra keempat dari sepuluh bersaudara, buah hati pasangan H. Ibrahim dan Hj. Salma. Besar di lingkungan pesisir, sejak muda Hariman sudah terbiasa hidup mandiri dan bersentuhan langsung dengan dunia laut.

Sebelum terjun ke dunia politik, Hariman dikenal sebagai Nelayan tangguh. Ia tidak hanya melaut sendiri, tetapi juga memiliki tiga kapal pancing pribadi dan mengelola pangkalan ikan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar.

Usaha yang dibangunnya dari bawah menjadi bukti ketekunan dan kerja keras selama puluhan tahun. Kesuksesan itu membuat Hariman dihormati sekaligus dekat dengan masyarakat. Ia dikenal sederhana, mudah ditemui, dan tak segan membantu warga sekitar.

Langkah Hariman menuju politik berawal dari dorongan keluarga dan orang-orang terdekat. Merasa terpanggil untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat, ia memilih Partai NasDem sebagai kendaraan politiknya.

Pilihan itu terbukti tepat. Pada Pemilu Legislatif 2024, Hariman meraih 1.736 suara—angka besar bagi seorang pendatang baru. Kepercayaan publik itu langsung berbuah manis. Begitu dilantik sebagai anggota DPRD Pasangkayu periode 2024–2029, ia dipercaya menempati kursi unsur pimpinan dewan. Sebuah capaian luar biasa untuk sosok yang baru pertama kali masuk dunia politik.

Meski kini menjabat posisi penting, Hariman tidak berubah. Ia tetap sederhana dan merakyat. Ia kerap turun ke Lapangan, menyapa warga, mendengarkan aspirasi, bahkan menyalurkan bantuan sesuai kemampuan.

Dalam perjuangannya, ia mengakui ada kendala, terutama terkait efisiensi anggaran yang membuat sejumlah pembangunan terhambat.

“Saya tidak ingin jabatan menjauhkan saya dari masyarakat. Justru ini adalah kesempatan untuk lebih banyak membantu,” ujarnya saat ditemui di salah satu Warung Kopi di Pasangkayu.

Komitmennya jelas memperjuangkan kepentingan Nelayan, Petani, dan kelompok ekonomi kecil lainnya. Bagi Hariman, politik harus menjadi alat perubahan, bukan sekadar panggung kekuasaan.

Kehadiran H. Hariman Ibrahim di DPRD Pasangkayu memberi warna baru dalam politik lokal. Ia membuktikan bahwa pemimpin tidak harus lahir dari elite birokrasi atau politikus lama, melainkan bisa datang dari rakyat biasa yang bekerja keras dan mengerti kebutuhan masyarakat.

Dari laut ke lembaga legislatif, dari nelayan ke pemimpin rakyat—kisah H. Hariman Ibrahim adalah bukti nyata bahwa harapan itu masih hidup.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *