WARTAAMPERAK.COM_MAMUJU==// Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) tengah menyiapkan program bantuan tunai senilai Rp 10,04 miliar. Bantuan ini ditujukan untuk membantu 5.022 kepala keluarga (KK) yang tergolong Miskin Ekstrim dan Miskin.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit. Menurut Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial SulBar, Idham Halik Aco Gello, pada Jum’at 09 Mei 2025 menjelaskan pihaknya saat ini masih memverifikasi data para calon penerima.
Ia menargetkan proses validasi tersebut selesai paling lambat pada 15 Juni 2025.
“Setiap keluarga penerima akan mendapatkan bantuan langsung tunai sebesar Rp 2 juta, yang diberikan satu kali sepanjang tahun 2025,” jelasnya.
Program ini dirancang sebagai upaya untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan di SulBar. Tidak semua orang miskin akan otomatis menerima bantuan ini.
Pemerintah menetapkan sejumlah kriteria ketat agar bantuan tepat sasaran. Penerima harus berasal dari kelompok masyarakat P3KE dengan tingkat kesejahteraan Desil 1 persentil 1-4
Mereka tidak boleh sedang menerima bantuan dari program lain seperti PKH maupun BPNT/sembako. Selain itu, pensiunan ASN, TNI, dan Polri juga tidak termasuk dalam daftar penerima.
Yang terpenting, mereka harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau DTSEN. Adapun sebaran penerima bantuan terbesar berada di :
- Polewali Mandar = 2.577 KK
- Mamuju Tengah = 646 KK
- Mamasa = 531 KK,
- Mamuju = 512 KK,
- Pasangkayu = 419 KK, dan
- Majene = 337 KK.
Total keseluruhan penerima bantuan tunai ini adalah 5.022 Kepala Keluarga.
