Ketua Komnunitas Sahabat Penyu, Muhammad Yusri. Meminta pemerintah lebih serius menangani persoalah Bom Ikan. Agar tidak kembali terulang di Kabupaten Polman. (Foto Adi)
WARTAAMPERAK.COM_POLEWALIMANDAR_))))))) Kasus Nelayan menjadi korban bom ikan kembali terjadi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Kali ini seorang Nelayan asal Pulo Battoa, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman. Mengalami luka serius akibat ledakan Bom Ikan, saat melaut dan kini harus menjalani perawatan intensif di Rimah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Depu Polewali.
Peristiwa tersebut menambah panjang daftar korban akibat praktik penangkapan Ikan menggunakan bahan peledak yang hingga kini masih terus terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Polman, khususnya di kalangan sebagian nelayan Pulo Battoa, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua komunitas Sahabat Penyu sekaligus pegiat lingkungan, Muhammad Yusri, menyatakan. Meminta pemerintah setempat dan pihak terkait, agar lebih serius menangani persoalan Bom Ikan secara menyeluruh, bukan hanya melalui penindakan hukum semata. Apalagi praktik Bom Ikan tidak hanya membahayakan keselamatan nelayan sendiri, tetapi juga merusak ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir dalam jangka panjang.
“Kasus seperti ini terus berulang dan selalu memakan korban. Artinya ada persoalan yang belum benar-benar diselesaikan. Pemerintah harus hadir memberi solusi nyata kepada Nelayan agar mereka tidak lagi bergantung pada cara-cara penangkapan yang merusak dan membahayakan diri sendiri,” ujarnya.
Ia menilai, selama ini upaya yang dilakukan masih dominan pada sisi pengawasan dan penindakan oleh aparat. Sementara aspek pemberdayaan dan solusi ekonomi alternatif bagi Nelayan masih sangat minim.
“Kalau hanya penindakan dan patroli tanpa solusi lain, saya rasa akan sulit membuat mereka berhenti. Nelayan perlu dibina, diberi pendampingan, bantuan alat tangkap ramah lingkungan, akses ekonomi, dan edukasi tentang dampak kerusakan laut akibat Bom Ikan,” harapnya.
Ia menegaskan, dampak Bom Ikan sangat besar terhadap keberlangsungan ekosistem laut. Ledakan Bom dapat menghancurkan terumbu karang, membunuh biota laut, hingga merusak kawasan pesisir yang selama ini menjadi tempat berkembang biaknya Ikan.
“Bom Ikan ini sangat merusak. Terumbu karang hancur dalam hitungan detik, padahal memulihkannya bisa puluhan tahun. Kalau laut rusak, yang rugi sebenarnya masyarakat nelayan sendiri dan generasi mendatang,” ucapnya
Ia berharap kejadian korban bom ikan yang kembali terjadi tersebut, menjadi perhatian serius seluruh pihak untuk segera mencari solusi bersama demi keselamatan nelayan dan kelestarian laut Kabupaten Polman.
“Bom Ikan menjadi perhatian seluruh pihak mencari solusi bersama demi keselamatan nelayan dan kelestarian laut kita,” tutupnya
Adi
