12 Anak Suspek Campak Dirawat di Puskesmas Baras, Dinkes Pasangkayu Lakukan Tracking dan Imunisasi Massal

  • Bagikan

WARTAAMPERAK.COM_PASANGKAYU_))))))))) Sebanyak 12 anak dengan status suspek campak saat ini menjalani perawatan di wilayah Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu. Pemerintah melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat melakukan penanganan untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu, drg. Rukman, mengatakan kasus tersebut mulai terdeteksi pada Kamis (21/5/2026) setelah sejumlah anak di Desa Buluparigi mengalami gejala yang mengarah pada campak.

“Masih suspek campak dinda,” ujar drg. Rukman saat dikonfirmasi, Jumat malam (22/5/2026).

Menurutnya, hingga saat ini terdapat 12 anak yang dirawat di Puskesmas Baras dan seluruhnya dalam kondisi stabil berdasarkan laporan terakhir dari tenaga medis.

“Tadi pagi dilaporkan dalam keadaan stabil semua,” katanya.

Selain itu, Dinkes juga menerima laporan adanya dua anak yang meninggal dunia dengan gejala serupa, namun belum sempat mendapatkan penanganan medis di puskesmas.

“Ada, tapi belum sempat dirawat di puskesmas, dua orang,” ungkapnya.

Sebagai langkah penanganan lanjutan, Dinas Kesehatan Pasangkayu kini melakukan tracking atau penelusuran kontak erat terhadap warga yang diduga terpapar.

“Melakukan tracking untuk menelusuri kontak erat dengan penderita,” jelas drg. Rukman.

Tidak hanya itu, imunisasi serentak juga akan segera dilakukan di desa terdampak guna memutus rantai penularan.

“Langkah selanjutnya akan dilakukan imunisasi serentak untuk satu desa,” tambahnya.

Hingga kini, kasus tersebut masih berstatus suspek campak dan terus dipantau secara real time oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, ruam merah pada kulit, batuk, pilek, atau mata merah yang mengarah pada campak.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *