Sidak SPBU Wonomulyo, Pertamina Imbau Warga Polman Tidak Panic Buying “”Stok BBM Aman,Tak Ada Kenaikan Harga”

  • Bagikan

WARTAAMPERAK.COM_POLMAN_))))))))))))))))) Untuk memastikan ketersediaan bahan bakar tetap aman di tengah kekhawatiran masyarakat, Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, aparat kepolisian, serta DPRD Polman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Wonomulyo, Rabu (1/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, pihak Pertamina memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM), khususnya di wilayah Polewali Mandar dan SPBU Wonomulyo, berada dalam kondisi cukup dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Perwakilan Pertamina melalui Sales Branch Manager (SBM) Fuel Sulawesi Barat, Fandy Achmad Sitaba, menjelaskan bahwa distribusi BBM terus berjalan setiap hari melalui Depot Parepare. Penyaluran tersebut tidak hanya mencakup Polewali Mandar, tetapi juga menjangkau wilayah Majene, Mamuju, hingga Mamasa.
Selain itu, distribusi juga diperkuat melalui jalur Donggala untuk melayani daerah Pasangkayu dan Mamuju Tengah.

“Pertamina berkomitmen menjaga penyaluran BBM tetap lancar setiap hari demi memenuhi kebutuhan energi masyarakat di Sulawesi Barat,” ujar Fandy.

Terkait isu kenaikan harga, Pertamina menegaskan bahwa hingga 1 April 2026 tidak terdapat perubahan harga, baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi. Masyarakat pun diminta untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (Panic Buying), karena stok dipastikan aman dan harga masih stabil.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat hanya mengakses informasi resmi melalui kanal Pertamina dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum jelas kebenarannya di media sosial.

Sementara itu, terkait kuota BBM subsidi seperti solar dan pertalite, pihak Pertamina menjelaskan bahwa kewenangan sepenuhnya berada di tangan BPH Migas. Meski demikian, Pertamina tetap aktif melaporkan kondisi lapangan di wilayah Sulawesi Barat.

Upaya tersebut turut didukung pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, yang telah mengusulkan penambahan kuota BBM subsidi kepada BPH Migas.

Dengan adanya sidak ini, diharapkan masyarakat semakin tenang dan tidak terpengaruh isu kelangkaan maupun kenaikan harga, karena distribusi BBM di Sulawesi Barat dipastikan tetap berjalan normal.

Ketua Hiswana Migas Sulawesi Barat, H. Rukmana Salim, turut mengapresiasi kondisi pasokan dan harga BBM yang dinilai masih stabil hingga saat ini.

Ia menegaskan bahwa tidak ada kenaikan harga untuk seluruh jenis BBM, baik subsidi maupun non-subsidi.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat membantu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di tengah situasi yang sempat memicu kekhawatiran.

“Pasokan BBM masih aman dan terjaga, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Ini tentu berdampak positif terhadap stabilitas ekonomi,” ujarnya.

Anggota DPRD Mamuju Tengah dari Fraksi Golkar ini berharap kestabilan distribusi dan harga ini dapat terus dipertahankan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar, khususnya informasi yang beredar di media sosial.

“Saya mengajak masyarakat untuk tidak melakukan panic buying akibat informasi yang belum jelas kebenarannya,” tutupnya.

Sementara itu, salah seorang warga Polewali Mandar yang juga merupakan konsumen di SPBU Wonomulyo, Wandi, menilai langkah sidak yang dilakukan Pertamina bersama pihak terkait sudah tepat.
Menurutnya, kehadiran langsung pihak Pertamina di tengah isu kenaikan harga dan kekhawatiran kelangkaan BBM mampu memberikan rasa tenang bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi pengaturan antrean yang dilakukan oleh pihak Pertamina dan SPBU, yang dinilai tertib dan terarah sebagai bentuk upaya pemerataan distribusi.

“Pengaturan antrean tadi sangat diperhatikan, ini langkah bagus supaya pembelian merata dan tidak terjadi panic buying,” ujarnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *