WARTAAMPERAK.COM_PASANGKAYU_//)))//////) Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Bambalamotu menjadi sorotan. Berdasarkan pemantauan di lapangan, Senin 23/2 , menu yang dibagikan kepada siswa mulai dari tingkat TK hingga kelas 1 SMP disebut sama tanpa perbedaan porsi. Senin
Menu yang diberikan terdiri dari Telur, Roti, Kacang Goreng, dan tiga buah Kurma. Yang di perkirakan nilai sekitar Rp7.000-Rp 8000, Padahal sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kabupaten Pasangkayu lintas komisi, pihak terkait MBG dan SPPG menyampaikan bahwa menu dan porsi makanan telah disesuaikan dengan jenjang pendidikan serta kebutuhan gizi masing-masing anak.
Bagian gizi SPPG dalam RDP tersebut menegaskan bahwa takaran untuk siswa TK, SD, hingga SMP seharusnya berbeda karena kebutuhan gizi tiap kelompok usia tidak sama.
Menanggapi kondisi di lapangan, Wakil Ketua Komisi I DPRD Pasangkayu, Arham Bustaman dari Partai NasDem, menyampaikan apresiasi terhadap program MBG yang merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk meningkatkan asupan gizi anak didik.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat dan semua pihak yang ingin memberikan tambahan gizi bagi anak-anak kita agar lebih cerdas dan sehat. Namun kalau kondisi di lapangan seperti ini, tentu menjadi pertanyaan besar,” ujarnya.
Ia menilai, jika menu dan porsi yang diberikan sama untuk semua jenjang, maka sulit menghitung perbedaan kebutuhan gizi antara anak TK, siswa SD kelas 1 sampai 6, hingga siswa SMP.
“Kalau begini jadinya, ini seakan-akan korupsi berjamaah yang dilegalkan. Makanan yang disajikan juga tidak masuk akal kalau disamakan semua,” tegasnya. Melalui sambungan telepon WhatsApp
Selain itu, DPRD sebelumnya juga telah meminta agar pembagian MBG dilakukan mendekati waktu berbuka puasa, mengingat saat ini sebagian siswa tengah menjalankan ibadah puasa.
“Kemarin kami sudah meminta pembagiannya kalau bisa dekat dengan waktu buka, supaya anak-anak yang baru belajar puasa tidak terpengaruh dengan makanan yang dibagikan. Tapi ini pagi-pagi sudah dibagikan, seakan-akan kegiatan ini dipaksakan demi keuntungan besar,” tambahnya.
DPRD berharap pihak pelaksana MBG dan SPPG dapat melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait standar porsi dan kandungan gizi sesuai jenjang pendidikan, agar tujuan program untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak benar-benar tercapai.
Sampai berita ini di kirim redaksi, belum ada tanggapan dari korwil SPPG Kabupaten Pasangkayu, yang di hubungi lewat pesan WhatsApp.
