WARTAAMPERAK.COM_PASANGKAYU_))))))))) Aliansi mahasiswa dan tokoh pemuda Kabupaten Pasangkayu menyoroti lemahnya pengawasan terhadap perusahaan perkebunan sawit saat menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Pasangkayu, Kamis (7/5/2026).
Setelah menyampaikan orasi di halaman kantor dewan, massa aksi kemudian diterima untuk mengikuti rapat dengar pendapat di ruang aspirasi DPRD Pasangkayu bersama sejumlah anggota dewan.
Di dalam ruangan, suasana diskusi berlangsung serius. Satu per satu peserta aksi menyampaikan berbagai keluhan yang selama ini dirasakan masyarakat, khususnya petani sawit di Kabupaten Pasangkayu.
Keluhan yang disampaikan mulai dari persoalan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang dinilai jauh dari ketetapan pemerintah, hingga persoalan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sawit yang dianggap belum berjalan maksimal.
Beberapa peserta aksi juga menyoroti kerusakan jalan yang diduga disebabkan aktivitas kendaraan perusahaan, persoalan lingkungan, hingga limbah perusahaan yang disebut meresahkan masyarakat sekitar.
Sejumlah anggota DPRD Pasangkayu tampak mendengarkan satu per satu penyampaian massa aksi di ruang aspirasi tersebut.
Koordinator lapangan aksi, Hasbullah, mengatakan ada banyak tuntutan yang dibawa aliansi mahasiswa dan tokoh pemuda dalam aksi tersebut.
Namun menurutnya, persoalan paling krusial saat ini adalah terkait harga TBS sawit dan penyaluran CSR perusahaan.
“Harga TBS saat ini sangat jauh dari penetapan pemerintah. Ini sangat merugikan petani sawit kecil yang menggantungkan hidup dari hasil panen mereka,” kata Hasbullah usai kegiatan.
Ia menilai kondisi tersebut membuat masyarakat semakin terbebani, di tengah biaya operasional kebun yang terus meningkat.
Selain itu, Hasbullah juga mempertanyakan sejauh mana pengawasan DPRD Pasangkayu terhadap perusahaan-perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Kami ingin melihat sampai sejauh mana pengawasan DPRD terhadap persoalan ini. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan sementara perusahaan berjalan tanpa pengawasan yang jelas,” ujarnya.
Ia berharap DPRD Pasangkayu benar-benar serius menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan tokoh pemuda.
“Kami berharap ada langkah nyata, bukan hanya sekadar mendengar. Persoalan ini menyangkut kehidupan masyarakat banyak,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Pasangkayu, Farid Zuniawansyah, menyampaikan pihaknya akan segera mengundang seluruh perusahaan sawit untuk mengikuti rapat dengar pendapat bersama mahasiswa dan tokoh pemuda.
Menurutnya, DPRD ingin seluruh persoalan yang disampaikan masyarakat dapat dibahas secara terbuka agar ditemukan solusi bersama.
“Kami akan mengundang semua pihak perusahaan untuk duduk bersama dalam rapat dengar pendapat. Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan menjadi bahan pembahasan,” kata Farid.
Mendengar hal tersebut, Hasbullah berharap rapat yang akan digelar nantinya tidak hanya menjadi formalitas semata.
Ia meminta DPRD Pasangkayu benar-benar menghadirkan seluruh perusahaan sawit agar persoalan harga TBS, kerusakan jalan, limbah hingga penyaluran CSR dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan keputusan yang berpihak kepada masyarakat kecil.(Udi)
