WARTAAMPERAK.COM_PASANGKAYU_/////////// Insiden ledakan di area kerja PT Palma yang terjadi pada Rabu (5/11/2025) lalu kembali menelan korban jiwa. Salah satu dari tiga karyawan yang mengalami luka bakar serius, Asriadi, dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (26/12/2025) setelah menjalani perawatan intensif.
Sebelumnya diberitakan, ledakan tersebut mengakibatkan tiga orang karyawan mengalami luka bakar berat dan harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ako, Kabupaten Pasangkayu.
Direktur RSUD Ako, dr. Willy Patana Salu, membenarkan bahwa pihaknya menerima tiga pasien korban ledakan dengan kondisi luka bakar cukup serius.
“Yang masuk ke rumah sakit ada tiga orang. Kami harus menstabilkan kondisi mereka terlebih dahulu. Dua di antaranya mengalami luka bakar sekitar 50 persen dan dalam kondisi cukup berat sehingga harus mendapatkan perawatan khusus di ruang ICU. Tidak ditemukan adanya trauma lain,” jelas dr. Willy.
Ia menambahkan bahwa fokus awal penanganan medis adalah menstabilkan kondisi pasien sebelum dilakukan tindakan lanjutan.
“Kami upayakan dulu agar pasien bisa stabil,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu korban diketahui merupakan mantan kepala dusun di Desa Kasano yang beberapa bulan terakhir bekerja di perusahaan tersebut. Ketiga korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh akibat ledakan di area kerja perusahaan. Setelah mendapatkan pertolongan pertama di puskesmas, para korban kemudian dirujuk ke RSUD Ako untuk penanganan lebih lanjut.
Informasi yang diperoleh wartawan pada Sabtu (27/12/2025) menyebutkan bahwa Asriadi, warga Desa Kasano sekaligus mantan kepala dusun setempat, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Ako dan kemudian dirujuk ke Makassar.
Salah seorang anggota keluarga korban membenarkan kabar duka tersebut.
“Iya pak, almarhum meninggal kemarin, Jumat 26 Desember 2025. Sekitar satu minggu dirawat di RSUD Ako lalu dirujuk ke Makassar. Jenazah tiba di Kasano subuh tadi dan sebelum dzuhur langsung dimakamkan,” ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun, dua dari tiga korban ledakan tersebut dilaporkan meninggal dunia.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Palma belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.
