Ia menjelaskan bahwa setelah penetapan ini, Tim Formatur segera bergerak menyusun struktur kepengurusan DPD PAN Polman periode 2025–2030. Setelah struktur terbentuk, langkah berikutnya adalah konsolidasi menyeluruh dengan seluruh kader, pengurus lama, dan para tokoh lokal.
“Kami akan merangkul semua saudara-saudara kami, baik yang lama maupun tokoh-tokoh yang ingin bersama memperkuat PAN Polman. Prinsip kami adalah kebersamaan dan keterbukaan,” tegasnya.
Ahmad Junaedi menargetkan PAN Polman dapat meraih posisi pimpinan DPRD Polman pada Pemilu 2029. Selain itu, PAN juga menyiapkan kader terbaik untuk tampil dalam kontestasi eksekutif daerah.
“Insya Allah Polman menjadi salah satu daerah prioritas. Target kami jelas: pimpinan DPRD 2029 dan mendorong kader sendiri untuk maju di eksekutif,” katanya.
Musda berjalan lancar dan seluruh peserta dari Polman hadir lengkap, termasuk anggota Fraksi PAN DPRD Polman dari empat dapil serta sejumlah mantan ketua DPD.
“Prosesnya sesuai mekanisme. DPP langsung mengumumkan keputusan dan menetapkan ketua formatur beserta tim. Setelah ini kami akan langsung bekerja,” tutup Ahmad Junaedi.
Ditempat sama, Ketua DPD PAN Polewali Mandar (Polman) demisioner Haidir menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung penuh Partai Amanat Nasional (PAN) meski masa jabatannya telah berakhir. Ia menyebut Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar menjadi momentum penting bagi konsolidasi dan regenerasi kepengurusan.
“Walaupun saya sudah demisioner, insyaallah saya tetap all out membantu PAN. Target nasional kita masuk empat besar, dan di Polman kita ingin PAN semakin solid dan besar,” Ujarnya
Ia menilai regenerasi merupakan tradisi penting dalam tubuh PAN. Kader-kader muda, katanya, harus diberi ruang lebih luas untuk mengambil peran strategis dalam kepengurusan yang baru.
“PAN ini mengedepankan regenerasi. Kita dorong yang muda untuk tampil, sementara kami yang senior memberikan semangat dan pendampingan,” Tutup Haidir
